New York (kota)


New York City (secara resmi bernama City of New York) adalah kota terbesar di Amerika Serikat dan salah satu kota paling penting di dunia di bidang keuangan dunia dan komunikasi. Jumlah penduduknya melebihi 8 juta jiwa dalam wilayah seluas 800 km², dan populasi imigran yang besar dari 180 negara.

New York City merupakan mesin raksasa untuk ekonomi dunia, dengan produk metropolitan bruto sebesar US$488,8 miliar pada 2003, terbesar di antara kota-kota di AS dan keenam terbesar dibandingkan dengan negara-negara bagian AS manapun. Apabila New York City merupakan sebuah negara, ia akan mempunyai produk domestik bruto terbesar ke-16 di dunia, melebihi Rusia ($433 miliar). Bersama dengan London, Paris dan Tokyo, kota ini dianggap sebagai salah satu dari empat kota global di dunia. PBB juga mempunyai markasnya di kota ini sejak 1951, beberapa tahun setelah didirikan.

Kota ini dijuluki “the Big Apple” (“Apel Besar”), “Kota yang Tak Pernah Tidur”, atau “Ibu kota Dunia”. New York City terkenal dengan budayanya, keanekaragaman, gaya hidupnya yang cepat, kosmopolitanisme, dan kesempatan ekonominya. Kota ini saat ini juga dikenal karena mempunyai tingkat kejahatan terendah di antara kota-kota di Amerika Serikat.[3]

//

Sejarah

Wilayah ini dihuni oleh suku bangsa Indian Lenape pada waktu ditemukan oleh orang Italia, Giovanni da Verrazzano. Meskipun Verrazzano berlayar Pelabuhan New York, pelayarannya tidak berlanjut ke hulu dan sebaliknya ia kembali ke Atlantik. Baru dalam pelayaran Henry Hudson, seorang Inggris yang bekerja untuk VOC, wilayah ini dipetakan. Ia menemukan Manhattan pada 11 September 1609, dan terus berlayar ke hulu sungai yang diberi nama dengan namanya, Sungai Hudson, hingga ia akhirnya tiba di tempat di mana kini terletak ibu kota Negara bagian New York, Albany. Orang-orang Belanda mendirikan New Amsterdam pada 1613, yang mendapatkan hak pemerintahan sendiri pada 1652 di bawah Peter Stuyvesant. Britania merebut kota ini pada September 1664, dan mengubah namanya menjadi “New York” sesuai dengan nama Duke of York and Albany. Orang-orang Belanda merebutnya kembali untuk sementara waktu pada Agustus 1673, mengubah namanya menjadi “New Orange,” namun kemudian melepaskannya selama-lamanya pada November 1674.

sumber : id.wikipedia.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: